Kamis, 12 September 2013

COMMUNITY OF JOURNEY

Sidoarjo, 24 Agustus 2013 malam tepatanya. Rombongan aku keluargaku dan mereka, berisap berangkat perjalanan panjang memecah malam dengan tujuan malang selatan, daerah Sumber Manjing Wetan. 17 motor 35 orang, di situlah fokus semua tekat kita, pantai biru dengan tertanam karang indah dengan sebutan PANTAI GOA CINA.

Persiapan, satu demi satu telah kita persiapkan mulai dari peralatan motor, logistic, serta perlengkapan lainnya identitas anggota misalnya. 15 Motor tampak tertata, setiap motor sudah ready dalam artian sudah siap, dari motor ke motor tercatat dalam kertas beserta pasangan selama perjalanan. Breifing di mulai, tata tertib perjalanan salah satu hal terpenting ketika kita hendak perjalanan panjangg seperti ini dan tak tertinggal pula hal yang sangat penting yaitu do'a.
breifing anggota sebelum perjalanan
Setelah 1,5 jam kita berhenti break sejenak dikarenakan ada dua anggota rombongan gabung di kota malang masing-masing berpasangan. Malam masih setia menemani kita dengan cuaca yang sangat mendukung, 15 menit berjalan kita bergegas melanjutkan perjalanan. Anggota dari malang, sebagai guide kita mengeluarkan sekecap kata "kurang lebih tiga jam perjalanan dari sini" ujarnya. Tanpa keluhan kita segera bergegas melanjutkan perjalanan.
suasana sesampai kota malang
Tepat pukul dua dini hari, di mulut jalan arah masuk tujuan kita medan jalan sangat mengerikan, batu tidak tertata hanya tanah yang menahannya. sepanjang 800m kita lalui dikit demi sedikit ditemani semilir angin laut yang sudah meniup kulit terluar kita. Suara ombak pantai perlahan terdengar menembus helm yang kita pakai. semangat mengahkhiri perjalan di tempat tujuan semakin membara. Tiba di lokasi parkir masih tampak hitam pekat suasana sekitar dengan tiupan angin laut dan suara ombak.

Motor telah aman di tempatanya, saat kita mencari tempat persinggahan di tujuan kita dengan modal dua tenda kecil dengan ukuran yang berbeda yang mampu menampung tiga dan empat orang. Tepat pukul 3 pagi, tenda berdiri dan segera terisikan anggota wanita, sedangkan anggota yang berada di luar tenda saling bercengkerama satu sama lain hingga tertidur sesaat beralaskan rumput liar dengan pandangan tepat di bawah titik-titik bintang. Tampak pula sebagian dari kita membuat api unggun seadanya, kacang sekecil itu pun dijadikan media memanggang untuk mengisi sisa waktu menjelang matahari terbit sambil mengawasi barang bawaan kita.

PANTAI GOA CINA
Ombak terdengar semakin kencang, karang diterpanya tanpa ragu. Satu demi satu kita mendekati pantai masih surut, kamera sebagai mesin penghenti waktu pun tak tertinggal dalam kalungan leherku. Satu demi satu moment mereka telah tersimpan dalam kamera. Jenuh dengan satu tempat, kita mencari tempat lain. Surga di bumi, iyaa kita menyebutnya seperti itu, bisa juga dikatakan "private beach of goa cina". Satu tempat yang tampak belum terjamah khalayak umum. Satu jam lebih kita menghabiskan waktu di tempat itu dengan bermacam kegiatan terutama merasakan dinginnya air laut dan indahnya panorama yang mampu membius mata dan otak kita untuk tidak meninggalkan tempat ini.


private beach of goa cina





aktivitas di pantai

Matahari sudah tepat di atas kepala kita, dengan berat hati kita pun mengemas barang bawaan kita yang lumayan menyita waktu untuk mengemasnya. Moment persaudaraan kita yang wajib diabadikan dengan pemandangan laut PANTAI GOA CINA pun tersimpan dalam kamera. Sepenggal cerita persaudaraan memecahkan malam dalam perjalanan panjang menuju PANTAI GOA CINA ini mungkin bisa buat refrensi kalian yang hendak menuju tempat itu juga.
community of journey







Jumat, 30 November 2012

kutipan perasaan seorang manusia

Kau tahu…..
Aku berada di antara
himpitan dua pilar
Yang membuat hatiku
remuk
Yang memenjarakan aku bersama mimpi

Kau tak pernah tahu….
Saat cintaku dirampas
Betapa sakitnya diriku
...

Aku pergi membawa
berjuta luka
Aku tenggelam dalam
kenistaan
Aku tak pernah lagi
pedulikan cinta
Yang ada dalam diriku
adalah luka

Saat luka mulai terobati
Kau kembali dengan
pesonamu
Kau hidangkan sajian
teristimewamu
Kemudian kau campakkan aku
Dengan cemburu, angkara
dan keangkuhanmu

Bukankah pernah
kukatakan
Bahwa masa laluku penuh
dengan luka
Bahwa aku mengobatinya
berteman sepiku

Lalu kenapa kau begitu
saja mudah terperdaya
Begitu mudah mendengar
kata mereka
Tanpa pernah kau cari
tahu yang sesungguhnya

Sekian lama aku terdiam
Bukan karena takut
Bukan karena menutupi
semuanya
Aku mengalah untuk
keutuhan kita Untuk sebuah
kebersamaan yang telah
dirancang.

Rabu, 03 Oktober 2012

POHON dan BUAH

Ini hanya pengungkapan, tapi juga bisa dikatakan pembahasan.Maav buat yang kurang berkenan dengan isi sebuah pengungkapan ini.
Kenapa aku ambil judul penulisan diatas? "POHON dan BUAH". Sebuah kiasan yang kenyaatnya fakta aku alami. Ketika aku dengar, lihat, dan baca kiasan buah jatuh gak jauh dari pohonnya. Sentak aku menela'ah, apasih makna kiasan itu sebenarnya?.
Ini jawaban yang benarbenar aku alami. Pohon memang berbuah dan hanya satu jenis buah, gak mungkin ada perbedaan buah satu dengan yang lainnya. Aku setuju jika ada jawaban satu jenis dan sama. Tapi, apa dengan satu jenis itu, dari bentuk, rasa, maupun sifat buah itu sama?, yang jelas ketika buah itu berumur beberapa minggu, bahkan sebelum itu ada yang kering, mati, bahkan jatuh dari pohonnya. Ini gambaran sifat buah itu dalam satu pohon.
Tidak semua buah dalam satu pohon itu sama, jika hanya diliat warna kulit dan jenis pasti sama. Tapi, apa sifatnya pasti sama?. JAWAB...JAWAB...!!! Jangan hanya menilai dari luar dan sekilas aja. Sifat buah dipengaruhi oleh manusianya yang merawat "tanaman" itu.
Dalam suatu "pohon" aku berniat merawat "buah" itu. Iya, aku berniat hanya merawat satu buah dan mengabaikan yang lain. Sejak buah itu mencari kehidupan dan membesarkan dirinya, tidak bisa dipungkiri pasti ada sangkut paut dengan pohon itu. Aku berusaha merawatnya juga meskipun dengan cara lain, tapi aku yakin buah itu bisa lebih dari buah yang lainnya karena buah yang lainnya hanya mendapat perawatan dari satu pohon itu. Memamng saat ini belum tampak hasil dari perawatanku ini, tanpi waktu yang bisa jawab semua ini. Hanya aku dan buah itu yang tau dan merasakan hasilnya.
Ini sedikit ungkapan, yang entah aku mau ungkapin kepada siapa. Ini sangat berarti buat aku, mungkin buat dy sama seperti yang aku rasakan. 

sepercik kerasnya dunia

Manusia diciptakan di dunia ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hak dan kewajiban, di dalam hak dan kewajiban terdapat bermacam-macam pola kehidupan. Kedamain dan kerasnya keadaan salah satunya.
dalam kedua hal itu, aku telah tercipta dalam range kerasnya keadaan sekitar.
Dimulai sejak aku masih menyelam di dunia pendidikan, keadaan memaksaku mengarung ke dalam lautan pekerjaan, bisa dikatakan sambil menyelam minum air. Mereka sedang menikmati masa mudahnya, dengan bermain layaknya seumuran mereka, tapi aku tidak, terus menyelam demi memenuhi kebutuhan yang aku inginkan. Aku sadar sejak kecil aku selalu merepotkan orangtua, ini saatnya aku belajar buat hidup, hidup layaknya sebatang karang. Aku berfikir, kapan lagi kalau gak saat itu, hanya membuang waktu jika aku bermain seperti layaknya mereka, uang juga sukar aku dapatkan.Gak seperti mereka, hampir selalu ada saat mereka mebutuhkannya.